
GRESIK – Bulan suci Ramadhan tidak hanya menjadi waktu untuk beribadah ritual, tetapi juga menjadi “sekolah” atau madrasah bagi pembentukan karakter. Masjid An-Nuur Gresik menggelar tausiyah khusus bagi kalangan milenial dan Gen-Z dengan tema “Ramadhan Sebagai Madrasah Kehidupan: Membangun Karakter Tangguh di Era Digital”.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengubah perspektif anak muda dalam melihat Ramadhan, dari sekadar rutinitas ibadah tahunan menjadi momentum transformasi diri yang berkelanjutan.
Dalam sesi tausiyah yang dikemas secara santai namun berbobot, narasumber mengajak para pemuda untuk memaknai puasa sebagai latihan manajemen diri. Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi dan gaya hidup digital, puasa mengajarkan anak muda untuk memiliki “filter” yang kuat.
“Puasa itu melatih kita untuk punya kendali. Kalau kita bisa menahan lapar dan haus yang merupakan kebutuhan pokok, maka seharusnya kita juga mampu menahan diri dari konten negatif, kecanduan media sosial, dan perilaku yang sia-sia. Inilah yang saya sebut sebagai madrasah kehidupan,” jelas narasumber di depan jamaah muda.
Dalam kajian tersebut, ditekankan pula tiga karakter utama yang harus dipupuk anak muda selama Ramadhan:
Disiplin Waktu: Mengatur waktu antara ibadah, pengembangan diri, dan istirahat.
Empati Digital: Menggunakan akses internet untuk menyebarkan kebaikan dan aksi sosial, bukan untuk cyberbullying atau menyebar hoaks.
Ketangguhan Mental: Menghadapi tantangan hidup dengan sabar dan bersandar pada kekuatan spiritual.
Antusiasme terlihat dari banyaknya remaja yang mengajukan pertanyaan kritis mengenai bagaimana tetap konsisten berbuat baik setelah Ramadhan berakhir. Kehadiran pemuda di Masjid An-Nuur Gresik tahun ini menunjukkan tren positif, di mana masjid kini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang diskusi kreatif bagi generasi muda.
Salah seorang remaja peserta kajian, merasa bahwa tausiyah ini membuka matanya. “Selama ini saya pikir Ramadhan cuma soal menahan makan. Ternyata ini bisa jadi ajang upgrade kualitas hidup saya sebagai anak muda,” ungkapnya penuh semangat.
Penutup Masjid An-Nuur Gresik berkomitmen untuk terus menjadi wadah yang inklusif bagi generasi muda. Melalui program-program kreatif, diharapkan pemuda di sekitar Gresik dapat tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berilmu, dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat.
| Luas Area | 500 m2 |
| Luas Bangunan | 300 m2 |
| Status Lokasi | Wakaf |
| Tahun Berdiri | 2026 |