
GRESIK – Suasana syahdu menyelimuti ruang utama Masjid An-Nuur Gresik saat ratusan jamaah terpaku menyimak rangkaian Tausiyah Ramadhan yang digelar selepas shalat tarawih. Mengangkat tema besar “Membasuh Jiwa”, kajian malam ini secara khusus mengajak para jamaah untuk menyelami makna kesabaran sebagai inti dari ibadah puasa.
Kegiatan rutin ini menjadi magnet spiritual bagi warga sekitar yang ingin memperdalam pemahaman agama sekaligus mencari ketenangan batin di tengah hiruk-pikuk aktivitas duniawi.
Dalam tausiyahnya, penceramah menyampaikan bahwa puasa bukan sekadar memindahkan jam makan, melainkan sebuah latihan tingkat tinggi untuk mengendalikan diri. Sabar dalam beribadah, sabar dalam menjauhi kemaksiatan, dan sabar dalam menghadapi ujian hidup menjadi poin utama yang ditekankan.
“Ramadhan adalah momentum terbaik untuk membasuh jiwa dari kotoran hati seperti amarah dan keluh kesah. Jika perut bisa kita ajak bersabar dari rasa lapar, maka lisan dan hati pun harus lebih sabar dalam menjaga harmoni dengan sesama,” ujar sang ustadz di hadapan jamaah yang khidmat mendengarkan.
Tidak hanya penyampaian satu arah, sesi tausiyah ini juga membuka ruang dialog bagi jamaah. Banyak di antara mereka yang berkonsultasi mengenai cara menjaga konsistensi ibadah dan manajemen emosi dalam keluarga selama bulan puasa.
Beberapa poin penting yang dibagikan dalam kajian tersebut antara lain:
Sabar dalam Ketaatan: Menjaga semangat ibadah agar tidak kendor hingga akhir Ramadhan.
Sabar menghadapi Ujian: Memandang setiap kesulitan sebagai cara Allah menaikkan derajat hamba-Nya.
Sabar dalam Pergaulan: Menahan diri dari ghibah dan perdebatan yang tidak bermanfaat.
Salah seorang jamaah, mengaku merasa lebih tenang setelah mengikuti kajian ini. “Tausiyah malam ini sangat menyentuh. Terkadang kita terlalu fokus pada haus dan lapar, sampai lupa bahwa sabar adalah kunci utama agar puasa kita berkualitas,” tuturnya.
Pihak Takmir Masjid An-Nuur berharap, melalui rangkaian tausiyah “Membasuh Jiwa” ini, jamaah tidak hanya mendapatkan pahala secara ritual, tetapi juga mengalami transformasi karakter yang lebih sabar dan bijaksana setelah Ramadhan berlalu.
Penutup Kajian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keberkahan bagi seluruh warga Gresik. Masjid An-Nuur akan terus konsisten menghadirkan narasumber yang kompeten untuk mengisi malam-malam penuh berkah ini.
| Luas Area | 500 m2 |
| Luas Bangunan | 300 m2 |
| Status Lokasi | Wakaf |
| Tahun Berdiri | 2026 |